oleh

Mantap! Angka Stunting di Tulangbawang Terendah se-Lampung

Loading

TULANGBAWANG – Dalam acara Musyawarah Pembangunan Daerah (Musrenbang) Provinsi Lampung. Prov Zuldan, (Dirjen Dukcapil) menyampaikan paparan yang mewakili Menteri Dalam Negeri (Mendagri) salah satunya merilis data stunting se-Provinsi Lampung, terlihat angka stunting di Kabupaten Tulangbawang tetap terendah dengan 9,5 persen di provinsi Lampung.

Kondisi stunting tersebut berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) yang dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI).

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1000 hari pertama kehidupan. Kondisi gagal tumbuh anak balita tersebut disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama serta terjadinya infeksi kembali.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Tulangbawang Fatoni saat dikonfirmasi Seputar.tuba.com melalui via whatsapp, Senin (11/04/2022).

Lebih lanjut, Fatoni mengungkapkan, berdasarkan riset kesehatan dasar tahun 2018, angka stunting di Tulangbawang mencapai 32,49 persen. Pada 2019, berdasarkan studi status gizi balita Indonesia, angka stunting turun menjadi 15,39 persen.

Penurunan itu terus terjadi pada 2020. Berdasarkan giat gerebek stunting pada Agustus, angka stunting di Tuba turun menjadi 11,17 persen dan pada 2021 turun lagi menjadi 9,5 persen dan tetap bertahan pada 2022

“Angka ini terendah di Provinsi Lampung,” ujar Bati Fatoni sapaan akrab Kepala Dinas Kesehatan Tulangbawang.

Menurutnya, turunnya angka stunting di Tulangbawang bukan kebetulan. Namun masuk dalam perencanaan jangka menengah daerah 2018-2022 yang tertuang dalam 25 program unggulan Pemkab Tulangbawang, Bergerak Melayani Warga (BMW).

“Turunnya angka stunting di Tulangbawang menunjukkan bahwa komitmen dari berbagai pihak sudah berjalan dengan baik dan berjalannya 25 program BMW,” ungkap Bati Fatoni.(red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru